Rabu, 01 Juni 2011

IBM " Sayur"

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Sayuran dan buah- buahan merupakan produk holtikultura dan tergolong ke dalam bahan makanan yang sangat mudah rusak ( perishable food ). Hal ini disebabkan karena sayur dan buah memiliki kadar air yang tinggi,proses respirasi yang terus berlangsung pada pasca panen dan adanya enzim dan hormon yang mengkatalis terjadinya kerusakan pada bahan
Sebagai bahan makanan sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Di samping itu, dengan mengkonsumsi sayuran akan diperoleh serat yang dapat membantu peristaltik usus sehingga akan memperlancar proses pencernaan.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan beragam jenis sayuran dan buah- buahan. Selain sebagai bahan makanan dalam susunan menu masyarakat Indonesia, sayur dan buah juga dapat diolah menjadi produk lain seperti saos, jam, jelly, marmalede, dan lain sebagainya
Umbi-umbian adalah bahan pangan nabati yang umumnya diperoleh dari dalam tanah atau batang yang merupakan cadangan/simpanan makanan dari tanaman tertentu. Umbi-umbian dapat berasal dari golongan bahan makanan pokok, sayuran (lobak, wortel, bit), buah (bengkuang), kacang-kacangan (kacang tanah, kacang bogor) dan rempah-rempah (jahe, lengkuas, kencur, kunyit dan sebagainya). Pada umumnya umbi-umbian dari golongan bahan makanan pokok merupakan sumber karbohidrat terutama pati.

Banyak jenis umbi-umbian yang biasa dikonsumsi dan setiap umbi-umbian tersebut memiliki karakteristik fisik yang berbeda-beda seperti warna, bentuk, ukuran, tekstur dan lain-lain. Beberapa karakteristik fisik umbi-umbian (bentuk dan ketebalan kulit) berpengaruh terhadap jumlah bagian yang dapat dimakan (% BDD).
Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemilihan bahan makanan seperti sayur dan buah yang layak dikonsumsi serta pengolahan yang benar menjadikan bahan makanan yang kaya akan nilai gizi tersebut menjadi bahan yang tidak bermanfaat bagi tubuh karena hilangnya sebagian/ mayoritas zat gizi yang terkandung didalamnya. Melihat kenyataan di atas, kami melakukan pengamatan mulai dari sifat- sifat stuktur dan fisik serta mutu dari sayur, buah dan umbi. Agar bisa memahami jenis- jenis bahan makanan tersebut sehingga bisa menjelaskan dan memberi sedikit informasi kepada masyarakat maupun individu agar tidak salah dalam memilih dan mengolah sayur, buah dan umbi untuk dikonsumsi sehari- hari
Selain itu penelitian dan pembuatan laporan ini sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Bahan Makanan pada Bab sayur, buah dan umbi
1.2  Batasan Masalah
Kami membatasi masalah- masalah dalam penelitian ini pada hal- hal berikut:
  • Penelitian diambil dari hasil analisa( penelitian ) dan studi literatur
berupa browsing internet.
  • Ø Dalam penelitien ini, kami hanya membatasi masalah pada penentuan dan membedakan jenis- jenis sayur, buah dan umbi berdasarkan pengamatan sifat fisiknya
1.3 Tujuan Praktikum
Tujuan Umum                :
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu membedakan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan dengan kriteria mutunya.
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu membedakan jenis-jenis umbi-umbian sumber karbohidrat dengan kriteria mutunya.
Tujuan Khusus            :
  • Mampu menentukan bentuk, jenis, atau nama berbagai macam sayuran dan buah- buahan dengan karakteristiknya
  • Mampu menjelaskan kriteria mutu sayuran dan buah-buahan pada berbagai tingkat mutu
  • Mampu menentukan jenis berbagai umbi-umbian sumber karbohidrat dengan karakteristiknya.
  • Mampu menjelaskan kriteria mutu umbi-umbian sumber karbohidrat pada berbagai tingkat mutu.
  • Mampu menjelaskan prosedur penentuan mutu umbi-umbian sumber karbohidrat secara objektif dan subjektif.
1.4  Manfaat Praktikum
  • Mahasiswa mampu menentukan bentuk, jenis, atau nama berbagai macam sayuran dan buah- buahan dengan karakteristiknya
  • Mahasiswa mampu menjelaskan kriteria mutu sayuran dan buah-buahan pada berbagai tingkat mutu
  • Mahasiswa mampu menentukan jenis berbagai umbi-umbian sumber karbohidrat dengan karakteristiknya.
  • Mahasiswa mampu menjelaskan kriteria mutu umbi-umbian sumber karbohidrat pada berbagai tingkat mutu.
  • Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur penentuan mutu umbi-umbian sumber karbohidrat secara objektif dan subjektif.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
  Sayur dan Buah
Beraneka ragam jenis buah dan sayur yang dapat dikonsumsi oleh manusia dan setiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda- beda. Perbedaan karakteristik tersebut umumnya terletak pada bentuk, warna, aroma, tekstur, rasa, dan komposisi gizi dan kimianya. Selain itu mutu kesegaran setiap sayur dan buah akan berpengaruh terhadap karakteristik tersebut.
Komposisi kimia dan gizi sayur dan buah juga akan berpengaruh terhadap rasa, reaksi yang mungkin timbul pada saat bahan tersebut mendapat perlakuan di dalam proses pengolahan. Adanya enzim kelompok polifenolase dan turunannya dan tersedianya senyawa fenolik pada sayur dan buah dapat menyebabkan terjadinya reaksi pencoklatan enzimatis bila daging buah tersebut terkena oksigen. Oleh karena itu,perlu dipelajari sifat- sifat fisik dan kimia buah dan sayur sehingga dapat dicegah kerusakan yang mungkin timbul selama proses pengolahan.
Perbedaan ukuran, bentuk, dan mutu kesegaran pada sayur dan buah menyebabka produsen sering melakukan sortasi ( pemilihan) untuk meningkatkan nilai jual bahan makanan tersebut. Selain itu juga dilakukan pengkelasan sayur dan buah berdasarkan ukuran, bentuk dan mutu kesegaran.

Sayuran dan buah-buahan merupakan bahan makanan yang tinggi resikonya terhadap bahaya fisik, kimia dan mikrobiologi. Pemisahan bagian yang tidak dapat dimakan pada sayur dan buah antara lain bertujuan untuk mengurangi bahaya fisik, penetapan standar porsi dan merencanakan kebutuhan bahan makanan dalam suatu penyelenggaraan makanan atau pengolahan prosuk pangan
ü  Keasaman (Nilai PH)
Selain kadar air bahan, tingkat keasaman (nilai pH) sangat menentukan apakah suatu bahan makanan dapat mudah rusak atau tidak. Nilai pH bahan perlu diketahui untuk memilih kemasan yang tepat jika bahan tersebut diolah menjadi produk pangan.
Umbi- Umbian
Umbi-umbian adalah bahan pangan nabati yang umumnya diperoleh dari dalam tanah atau batang yang merupakan cadangan/simpanan makanan dari tanaman tertentu. Umbi-umbian dapat berasal dari golongan bahan makanan pokok, sayuran (lobak, wortel, bit), buah (bengkuang), kacang-kacangan (kacang tanah, kacang bogor) dan rempah-rempah (jahe, lengkuas, kencur, kunyit dan sebagainya). Pada umumnya umbi-umbian dari golongan bahan makanan pokok merupakan sumber karbohidrat terutama pati.Pada bab iniakan dibahas umbi-umbian sebagai bahan makanan sumber karbohidrat (pati).
Banyak jenis umbi-umbian yang biasa dikonsumsi dan setiap umbi-umbian tersebut memiliki karakteristik fisik yang berbeda-beda seperti warna, bentuk, ukuran, tekstur dan lain-lain. Beberapa karakteristik fisik umbi-umbian (bentuk dan ketebalan kulit) berpengaruh terhadap jumlah bagian yang dapat dimakan (% BDD).
Selain karakteristik fisik, komposisi kimia yang terdapat di dalam umbi-umbian juga berbeda-beda, sehingga memberikan reaksi/perubahan yang berbeda-beda pula bila bahan tersebut diberikan perlakuan tertentu. Umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar mengandung senyawa kelompok fenolik dan enzim fenolase dan turunannya yang akan membentuk warna coklat bila kontak dengan udara (oksigen). Singkong mengandung senyawa HCN, yang bila teroksidasi akan terbentuk warna biru kehijau-hijauan. Komposisi kimia yang terdapat pada masing-masing umbi-umbian perlu diketahui untuk merancang teknik penyimpanan dan perlakuan pendahuluan di dalam proses pengolahan yang perlu diberikan pada bahan tersebut untuk mendapatkan bahan makanan segar atau produk olahan yang bermutu.
Umbi- umbian merupakan bahan makanan sumber karbohidrat terutama pati. Granula pati terdiri dari lapisan tipis yang tersusun memusat membentuk kristal kecil. Ukuran dan bentuk granula pati bermacam- macam tergantung jenis tanamannya. Bentuk granula yang khas untuk setiap jenis pati juga dipengaruhi oleh keseragaman, letak hillum, ada atau tidaknya alur pada hilum dan penampakannya di bawah sinar polarisasi.
BAB III
METODE Dan BAHAN
3.1  Praktikum Sayur dan Buah
Bahan  :
  • Jenis sayuran Buah
  • Jenis sayuran daun
  • Jenis sayuran Bunga
  • Jenis sayuran Umbi
  • Jenis sayuran Batang muda
  • Jenis sayuran kecambah
  • Mangga
  • Jeruk manis
Alat     :
v  Penggaris
v  Jangka sorong
v  Timbangan
v  Mortar
v  Kertas Lakmus
v  Pisau
v  Talenan
v  Baskom
v  Kompor
v   Pansi
v  Mikroskop
v
  1. A.     Pengamatan Struktur dan Fisik
Cara Kerja :
Penampakan fisik
  • Amati dan gambar bentuk serta penampakan semua jenis bahan yang tersedia, beri keterangan secukupnya pada gambar tersebut.
Kisaran berat
  • Timbang semua bahan yang tersedia dan catat berat masing-masing bahan.
  • Nyatakan kisaran berat untuk setiap jenis bahan.
Ukuran
  • Ukur panjang, lebar dan tinggi atau tebal masing-masing bahan dengan menggunakan penggaris/jangka sorong/micrometer secrup.
Sifat organoleptik
Lakukan penilaian secara organoleptik terhadap warna, aroma, penampakan umum dan rasa (khusus buah), catat kesan yang diberikan.
B. Bagian Dapat Dimakan (BDD)
Bahan  : Sawi Manis dan Mangga
Cara Kerja :
  • Timbang masing-masing jenis bahan.
  • Pisahkan bagian yang dapat dimakan dengan yang tidak dapat dimakan.
  • Timbang bagian yang dapat dimakan.
  • Nyatakan % bagian yang dapat dimakan terhadap berat utuh (% BDD).
  1. B.     Keasaman (Nilai PH)
Bahan              :  Sawi Manis dan Mangga
Cara Kerja :
  • Hancurkan masing-masing 50 gram bahan dengan menggunakan mortar
  • Untuk bahan yang kadar airnya relatif rendah, tambahkan sebanyak 100 ml ke dalam blender sebelum bahan dihancurkan.
  • Ukur  pH hancuran bahan dengan menggunakan kertas lakmus. Cocokkan warna pada kertas lakmus dengan warna petunjuk Ph yang ada.
3.2  Praktikum Umbi – Umbian
Bahan         : Gembili                                             Alat     : Penggaris
Singkong putih                                                Jangka sorong
Timbangan
Mikroskop
Pisau
  1. A.     Pengamatan Struktur dan Fisik

  1. Bentuk
  • Amati setiap contoh umbi dan gambar bentuknya secara utuh.
  1. Ukuran
  • Ukur panjang dan diameter/tebal masing-masing contoh umbi dengan menggunakan jangka sorong.
  1. Berat
  • Timbang masing-masing contoh umbi untuk mengetahui kisaran beratnya.
  1. Warna
  • Amati setiap contoh umbi dan catat warna kulitnya.
  • Buat irisan, amati dan catat warna daging umbi.
  1. Bagian Dapat Dimakan (% BDD)
  • Timbang berat setiap contoh umbi.
  • Pisahkan bagian yang dapat dimakan dengan bagian yang tidak dapat dimakan.
  • Timbang bagian yang dapat dimakan.
  • Nyatakan % BDD dengan membandingkan berat bagian yang dapat dimakan terhadap berat keseluruhan (berat utuh).
  1. Pencoklatan
  • Kupas setiap contoh umbi dan buat irisan.
  • Biarkan beberapa waktu dan amati perubahan warna yang terjadi.
  1. Struktur Jaringan
Pengamatan struktur jaringan dapat dilakukan secara subjektif dan objektif.
Secara subjektif :
  • Buat irisan membujur dan melintang dari setiap jenis umbi.
  • Gambar lapisan-lapisan yang terlihat.
Secara objektif :
  • Siapkan irisan tipis melintang dan membujur dari setiap jenis umbi.
  • Amati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10x.
  • Gambar struktur jaringan yang terlihat.
  • Bandingkan dengan pengamatan secara subjektif.
B. Penampakan Mikroskopis Pati Umbi-umbian
Bahan         : Gembili                                                         Alat     : Parutan
Kain saring
Mikroskop
Mangkok
Cara Kerja  :
  • Bersihkan ( kupas dan cuci ) gembili, kemudian diparut
  • Peras hasil parutan hingga diperoleh ekstrak pati
  • Amati bentuk granula pati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10X


BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Praktikum Sayur dan Buah
1. Pengamatan fisik Sayur dan Buah
NO.
Jenis  Sayur dan  Buah
Warna
Bentuk
1.
Lobak
Putih
Lonjong dan berakar
2.
Manisa
Hijau  Muda
Lonjong
3.
Sawi Asin
Hijau Muda
Daunnya Lebar, Batang  Besar
4
Sawi  Manis
Hijau Tua
Daunnya kecil, Batang  kecil
5.
Sawi  Pahit
Hijau Tua
Daunnya Lebar, Batang  sedang
6.
Sawi  Daging
Hijau Muda
Daunnya Lebar, Batang  besar
7.
Apel
Merah Tua
Oval
8.
Jeruk  Manis
Kuning Kehijauan
Bulat
9.
Mangga
Hijau Tua
Lonjong
Jenis  Buah dan Sayur
Gambar
Lobak



Manisa
Sawi  Manis
Sawi  Pahit



Sawi  Daging



Sawi  Asin

Apel
Jeruk Manis
Mangga

2. Kisaran Berat Sayur dan Buah
No.
Jenis Sayur dan Buah
Berat Bahan 1
( g)
Berat Bahan 2
(g)
Rata- rata
(g)
1.
Lobak
349
-
349
2.
Manisa
217
287,3
252,15
3.
Sawi Manis
87
94
90,5
4.
Sawi Asin
383
285
334
5.
Sawi Daging
81,2
114,5
97,85
6.
Sawi Pahit
125
106
115,5
7.
Apel Merah
134
146,8
140,4
8.
Mangga
560
504
532
9.
Jeruk Manis
153
144,5
148,75
  1. Ukuran Sayur dan Buah
No.
Jenis Sayur dan Buah
Panjang (mm)
Lebar(mm)
Tinggi(mm)
1.
Lobak

2.
Manisa
3.
Sawi Manis

4.
Sawi Asin

5.
Sawi Daging


6.
Sawi Pahit


7.
Apel Merah


8.
Mangga
9.
Jeruk Manis

4. Sifat Organoleptik
No.
Jenis Sayur dan Buah
Rasa
1.
Lobak
Hambar
2.
Manisa
3.
Sawi Manis
Manis
4.
Sawi Asin

5.
Sawi Daging

6.
Sawi Pahit
Pahit
7.
Apel Merah
Manis
8.
Mangga
Manis
9.
Jeruk Manis
Agak Asam
10.
Apokat
Asam
11.
Kiwi
Asam
12.
Anggur Hijau
Manis
13.
Anggur Merah
Manis
14.
Buah Naga
Asam ke hambar
15.
Wortel
Hambar
  1. Bagian Dapat Dimakan (BDD) Sayur dan Buah
No.
Jenis Sayur dan Buah
Berat Kotor  Bahan
( g)
BDD Bahan
(g)
1.
Lobak
349
335
2.
Manisa
217
193
3.
Sawi Manis
94
66
4.
Sawi Asin
285
235
5.
Sawi Daging
114
46,5
6.
Sawi Pahit
106
75,8
7.
Apel Merah
134
113,5
8.
Mangga
504
415
9.
Jeruk Manis
6. Keasaman ( pH)
No.
Jenis Sayur dan Buah
Keasaman (pH)
1.
Sawi Manis
7
2.
Mangga
5
4.2 Praktikum Umbi- Umbian
            1. Pengamatan Bentuk fisik
NO.
Jenis  Umbi
Warna
Bentuk
1.
Singkong
Putih Tulang
Lonjong, kulitnya bergaris
2.
Gembili
Coklat Muda
Tidak Teratur, Kulit Berkerut
Jenis  Umbi
Gambar
Singkong
Gembili


2. Kisaran Berat Umbi
No.
Jenis Umbi
Berat Bahan ( g)
1.
Singkong
394,2
2.
Gembili
103
3.  Ukuran Umbi
No.
Jenis  Umbi
Panjang (mm)
Lebar(mm)
Tinggi(mm)
1.
Singkong

2.
Gembili
4. Sifat Organoleptik
No.
Jenis Umbi
Rasa
1.
Singkong
Hambar
2.
Gembili
  1. Bagian Dapat Dimakan (BDD)  Umbi
No.
Jenis Umbi
Berat Kotor  Bahan ( g)
BDD Bahan (g)
1.
Singkong
394,2
2.
Gembili
103
66
  1. 6.  Pencoklatan Umbi
No.
Jenis Umbi
Pencoklatan
1.
Singkong
Ya (+++)
2.
Gembili
Ya (++)
  • Ø Singkong akan lebih cepat  mengalami kecoklatan dibanding dengan gembili
Gambar Gembili sebelum pencoklatan       :



  1. Penampakan Mikroskopis Pati Umbi- Umbian
Jenis  Umbi
Gambar
Singkong
Gembili







BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Sayur, buah dan umbi memiliki kerakteristik yang berbeda- beda. Seperti sayur dan buah yang mudah rusak( busuk) sehingga sering disebut perishabel food. Begitupun dengan umbi, Umbi juga memiliki batasan waktu untuk dikonsumsi karena bisa mengalami pencoklatan sehingga mengakibatkan pembusukan. Setiap sayur, buah dan umbi memerlukan penanganan yang berbeda- beda agar tetap layak dikonsumsi. Mutu dari sayur dan buah bisa dilihata dari kesegarannya. Sedangkan umbi bisa kita amati dari kulit luarnya apakah mengalami kerusakan atau tidak












DAFTAR PUSTAKA

v  Buku Panduan praktikum IBM
file:///E:/laporan%20IBM-tsayur,buah,umbi%20lemak/jenis-jenis-buahdan manfaatnya.html
v  Tien, Muhtadi. 2010. ILMU BAHAN MAKANAN. Alfabeta CV: Bogor




















Laporan Hasil Praktikum
Sayur, Buah dan Umbi- Umbian
DISUSUN OLEH :
DIADORA JUWITA P.                                   (1003000056)
EDINDA AYU MIRANTI                               (1003000060)
HERMANSYAH                                               (1003000064)
IKA HERI KUSTANTI                                    (1003000069)
PIPIN RIANA FITRI S.                                    (1003000084)
RIZKI AMALIA SARI                                    (1003000092)
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN GIZI
2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

it's My Life